Thursday, March 5, 2009

1001 warisan ibuku : enam kebanggaan..

Aku adalah anak keenam dari 6 bersaudara. Sebuah keluarga yang besar. Tapi nyatanya, rumah kami sepi. Hanya diisi aku, ibu dan darwati. Itupun dia hanya datang dua hari sekali. Tugasnya hanya mencuci.

Kelima kakakku memang tidak di rumah. Ada yang sudah bekerja di Jakarta, ada juga yang sedang menyelesaikan pendidikannya.

Saat itu aku masih kelas lima. Seperti sore-sore sebelumnya. Kami berbincang di teras rumah. Jangan bayangkan sebuah perbincangan dua orang dewasa yang berisi argumentasi-argumentasi. Ini adalah obrolan ringan seorang ibu dan anak kelas limanya.

"Le, tahu tidak. Ibu bersyukur punya anak-anak seperti kamu dan kakak-kakakmu. Meskipun mereka tidak ada disini. Tapi ibu yakin, mereka akan selalu dapat menjaga diri.

Kakakmu yang pertama. Dia seperti jagoan. Siapa itu?. Itu lho yang berlima. Yang setiap minggu pagi kamu tonton di TV. Iya, Power Ranger, dia itu Ranger Merah Muda. Perempuan, tidak hanya cantik, tapi juga kuat. Memang dia bukan pemimpin, tapi tanpa dia, akan ada yang hilang. Karena Dia, dunianya, sempurna. Ibu masih ingat betul, bagaimana diumurnya yang masih sangat kecil, dia harus mengantar ibu ke rumah sakit untuk melahirkan kamu. Dan setelah itu, dia sendirian, pergi ke rumah budemu untuk meminta bantuan.

Kakakmu yang kedua. Dia laki-laki paling peduli yang pernah ibu temui. Bapakmu pun tidak bisa menandingi. Dulu, setiap berangkat ke sekolah, dia harus membawa termos berisi es lilin untuk dititipkannya di kantin. Pasti ada rasa malu dibahunya. Tapi dia dengan rela melakukannya, demi ada uang jajan untuk dia dan adik-adiknya. Bayangkan, waktu itu bahkan dia lebih kecil dari kamu sekarang Le, tapi dia sudah mengerti artinya peduli.

Kakakmu yang ketiga. Tuhan pasti menyukainya. Karena dia sangat rajin beribadah. Oleh tuhan dia di anugerahi pikiran yang tajam. Dia sangat pintar. Hafal Alquran dan jago adzan. Ibu bisa dengan tenang melepasnya, nanti. Karena dia, dijaga langsung oleh tangan tuhannya sendiri.

Putri ibu yang keempat. Wanita yang sangat hebat. Dialah harapan yang selalu ibu banggakan. Gadis paling sabar diantara reratusan manusia-manusia gusar. Tidak heran jika nanti dia menjadi dokter dengan nama besar.

Anak kelima ibu adalah anak yang sangat pemberani. Tidak disangka bayi yang dulu lucu itu, kini berkelana setiap hari. Mencoba berbagai hal yang mungkin ia temui. Seperti Bima, dia yakin akan selalu ada gada ajaib yang menjaganya dari bahaya.

Yang terakhir kamu. Di mata ibu, kamu adalah seorang pangeran kejujuran. Setiap mili tubuhmu, diciptakan tuhan untuk menyampaikan kebenaran. Kamu junjung tinggi-tinggi kejujuran. Kamu tahu kejujuran tidak akan pernah menyakitkan. Karena hal yang paling menyakitkan yang mungkin ada adalah menganggap kejujuran sebuah hal yang menyakitkan.

Memang tidak mudah. Jadi, Pangeran, sebarkan kejujuran, tebarkan kebenaran dan semaikan kelapangdadaan.

Sekarang, pangeran kejujuran, habiskan tehmu, dan bantu ibu siapkan makan malam!"

2 comments: