Thursday, March 5, 2009

1001 warisan ibuku : pangeran kejujuran..

Sore itu setelah minum teh, seperti biasa, aku membantu ibu menyiapkan makan malam kami. Sambil memotong-motong tempe, kepalaku masih memikirkan perkataan ibu. Pangeran kejujuran?

Lalu kuberanikan bertanya. Apa sebenarnya maksud beliau menyebutku sebagai pangeran kejujuran. Sambil menyiapkan bahan-bahan yang nantinya disulap menjadi sambel, ibu menjelaskan.

"Pangeran kejujuran, kamu ingat tidak? dulu waktu kelas dua, kamu pernah mengurai pita kaset Endang S Taurina milik ibu."

*iya, aku ingat, waktu itu, aku sedang main polisi-polisian. Kubentangkan pita kaset itu dari pintu depan, kursi-kursi di ruang tamu, lemari, TV sampai pintu kamar mandi. Selayaknya garis polisi yang tidak boleh dilalui.

"Ibu marah besar waktu itu karena itu adalah album kesayangan ibu. Tapi apa yang membuat ibu terharu? Kamu yang masih sekecil itu, dimana teman-teman seumuran kamu menangis ketakutan melihat ibunya marah, kamu, dengan tenang menatap mata ibu, meminta maaf dan jujur mengakuinya. Bahkan dengan polosnya, kamu memberi tahu ibu apa yang sedang kamu lakukan. Kamu main apa? Polisi-polisian ya?. Itu yang membuat ibu akhirnya menghentikan kemarahan dan menggantinya dengan sebuah penjelasan. Meskipun setelah itu ibu harus susah payah menenangkan kamu yang akhirnya menangis sesenggukan"

*aku ingat, aku sangat ketakutan waktu itu. Rasanya ingin menangis. Tapi entah kenapa aku memilih melihat mata ibu. Menerima saja pancaran amarah dimatanya. Dan berbicara, sedikit terbata, tapi akhirnya aku bisa. Meminta maaf, dan dengan terlihat tenang, aku menceritakan, apa maksudku membentangkan pita kaset itu. Meskipun akhirnya aku menangis juga setelah bercerita.

"Itulah Le. Apa yang kamu lakukan saat itu sudah sangat tepat. Jujur mengakui apa yang telah kamu lakukan adalah hal terbaik dalam sebuah rentang kehidupan. Bagi ibu itu menyakitkan. Tapi ibu yang harus belajar menerima kejujuran, bukan sebaliknya. Dan jangan pernah kamu mengubah pandangan bahwa lebih baik menutupi kebenaran demi kebaikan. Itulah pentingnya kejujuran. Dimana manusia-manusia belajar berlapang dada. Memaksa pikiran mereka berubah. Bahwa kejujuran yang paling menyakitkan sekalipun, adalah jauh lebih baik daripada kebohongan. Dan sebagai pangerannya, kamu tidak boleh berubah. Agar lebih banyak rakyatmu yang menjunjungnya.

Rasany kamu juga masih ingat. Saat ibu membebaskan kamu memilih ikut bertanding sepak bola atau menyanyi. Kamu sadar, oleh teman-temanmu kamu akan dibilang banci karena tidak bergabung di tim. Tapi kamu telah jujur. Jujur pada dirimu sendiri bahwa yang kamu ingin ikuti adalah lomba menyanyi. Apapun kata orang, kamu tidak peduli. Karena kamu tahu dimana bahagia akan kamu temui. Dan kamu sadar betul, dengan menyanyi justru di podium kemenangan, nanti kamu akan berdiri."

*tentu saja aku ingat. Disaat semua teman sebayaku bermain sepakbola, aku malah sibuk mendengarkan album novia kolopaking muda. Disaat mereka begadang untuk menyaksikan pertandingan sepak bola liga eropa semalam, aku justru sedang tidur lelap memimpikan diriku bernyanyi lantang didepan ratusan orang. Makanya aku dengan tegas menolak bergabung dalam tim dan memilih ikut lomba menyanyi. Dengan risiko akan dibilang banci. Tapi apa perlu aku peduli? Ini hidupku, dan aku yang tahu bagaimana harus kujalani.

"Itu yang dibutuhkan seorang manusia. Kejujuran pada dirinya sendiri. Dan kejujuran pada orang lain yang mereka sayangi. Kamu, diumur sekecil itu sudah mampu memilih. Dan ibu senang, ternyata, anak ibu yang terakhir, yang nomor enam adalah seorang pangeran kejujuran"

Ibuku tersenyum.

"Tempenya sudah?sini ibu goreng, kamu mau yang agak gosong kan?seperti biasa"

5 comments:

  1. sekadar blogwalking...
    mendapat predikat pangeran itu susah.
    jujur lebih susah lagi.
    tapi yang paling susah adlh... punya ibu
    yang mengerti anak sendiri :)
    curhat yang enak dibaca mas!

    ReplyDelete
  2. Ibu yg bijak slalu mengenal sperti apa ankny.

    Aq sndr kget saat ibuq share bhw dia tau kpn aq marah. Pdhl aq slalu rapi memendam stiap amarah di dlm hati & tetap bs tersenyum bijak dlm stiap kondisi.

    Nice wisdom message. Tetaplah menjadi pangeran kejujuran...

    ReplyDelete
  3. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Hargailah hari kemarin,mimpikanlah hari esok, tetapi hiduplah untuk hari ini.,
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete